SMA Zainal Abidin | Kelas Membatik 2026: Jejak Budaya dalam Goresan Canting: Membentuk Generasi Kreatif, Berkarakter dan Berwirausaha."


 

Brani Kulon, Maron, ProbolinggoSMA Zainal Abidin Brani Kulon kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa melalui penyelenggaraan Kelas Membatik Tahun 2026 bagi seluruh siswa kelas XI. Kegiatan berlangsung 6–9 Juli 2026 dengan tema 'Jejak Budaya dalam Goresan Canting: Membentuk Generasi Kreatif, Berkarakter, dan Berjiwa Wirausaha.'

Melalui kerja sama dengan Selowaty Batik Selogudig Kulon, siswa mempelajari filosofi batik, pembuatan pola, pencantingan, pewarnaan hingga finishing kain batik. Program ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, kecintaan terhadap budaya, serta jiwa kewirausahaan.


Kepala SMA Zainal Abidin, Bapak Musthofa, S.Pd.I, menyampaikan: "Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa. Melalui kelas membatik ini siswa belajar kesabaran, kreativitas, disiplin, dan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha."

Pengasuh Pondok Pesantren Zainal Abidin, Nun Zen, menyampaikan: "Membatik bukan sekadar menghasilkan karya seni, tetapi juga melatih kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan pendidikan karakter di lingkungan pesantren."

Owner Selowaty Batik Selogudig Kulon menambahkan: "Kami bangga melihat antusiasme siswa SMA Zainal Abidin. Semoga kegiatan ini terus berlanjut sehingga lahir generasi muda yang mencintai batik sekaligus mampu mengembangkannya menjadi peluang ekonomi kreatif."

Program ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus pembentukan generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar